superhuman says

"Going to outer space is the craziest dream that leads craziest imaginations and craziest inventions for all mankind."

Minggu, 19 Februari 2012

Ps: I love you.

As I close my eyes,
My courage turns into mice
And when the world's is going spice

You'll always be my blessing in disguise


Oh baby, maybe I need a space to breathe

I have some pain to ease

Oh baby, can you hear me, please

That you're all I need and all I can wish


Baby, we're silent in night

Can't sleep, feel guilty in the midnight
We're waiting for something bright
And, I always know beside, you're my shiny morning light


Udah 17 bulan lamanya gua ngeliat muka itu. Muka dengan berba
gai macam ekspresi setiap harinya. Smiling eyes yang kadang berubah jadi burning eyes kalo gua rese. Dan akhirnya menjadi smiling eyes lagi karna kehadiran gua yang membawa sejuta hembusan angin dingin di hatinya yang panas... *okeiniagakhiperbola

Suaranya, mulai dari suara biasa, suara normalnya yang lebih rupawan dari iklan hexos, sampe suara ngeselin dari ketawa usilnya kalo udah bikin gua panik dan kalang kabut terus mendadak jadi remaja labil. Suaranya kalo lagi kesel sama mood gua yang naik turun, dan suaranya kalo lagi ngeledek orang. Suara-suara itu bergema, setiap hari, ada atau gaadapun si doi. Jauh dekat, ada gaada, suara itu yang selalu gua nanti-nanti setiap harinya.

Hey there, if you see this post. Look at this.
For me, we're different from this.Gaya gravitasi = konstanta gravitasi dikali Massa 1, massa 2, dibagi dengan kuadrat jarak.
Mungkin menurut Einstein dan semua fisikawan rumus ini adalah rumus universal yang dianggap paling sah dan bener mutlak, tlak tanpa bisa diganggu gugat. Tapi, buat gua rumus ini salah.

Karena gaya cinta kita tidak dipengaruhi jarak dan kuadrat-kuadrat jarak itu. Gaya cinta kita cuma butuh hasil kali massa cinta kita berdua dikalikan dengan konstanta gravitasi cinta kita yang semakin lama semakin besar sehingga makin mantep berpijak, bukannya melayang-layang tanpa arah.

Beside, I think this function is kind of right for us.


Gaya normal = massa dikali luas permukaan

Gaya cinta kita dipengaruhi oleh besar massa kita, yang makin lama makin besar, dan juga luas permukaan cinta kita yang makin besar, sehingga makin lama, gaya cinta kita makin besar....................

Maybe, outside, there are sort of people disliking this post. But actually this is what I feel. I don't know if I wrote it rightly, but above all those things I've wrote above, the conclusion is just three words: I love you. And look at this:


Ps: I love you.
Ps (lagi): Semua gombalan memiliki hak cipta khusus dari @nisaadina.

Jumat, 17 Februari 2012

You might call it Valentine, but actually... I didn't.

Selamat malam, semuanya. Bonne Nuit, tout le monde.


Firstly, mari kita bersulang bersama-sama, dan bilang "Terima Kasih Tuhan, ini hari Jumat!"

Karena....... Besok libur! No ekskul. No remed. Just staaaaay at home comfortly.


Semenjak SMA gua emang selalu norak kalo ada libur. Waktu dapet libur pas weekend, gua nyalamin anak-anak sekelas dan bilang "Selamat liburan". Dasar mental libur, libur-libur dikit bawaannya jadi hebring.


Jadi, siapa yang valentinenya indah? Siapa yang dikasih cokelat, dikasih cinta, ditembak, atau mengalami masa paling indah saat PDKT walaupun belom ditembak? Atau siapa yang seharian online dan ngetweet atau nge-RT tweets: "Valentine is nothing", "Tiap hari bisa kok nunjukin cinta, bukan cuma pas Valentine", "Valentine Sucks", atau ngeRT "Valentine is nothing and it has a mathematical approval: 14-02-12=0".

Come here to Mama, those who celebrated it and those who didn't, just gather!


I'm a moeslem and there's no such tradition as Valentine, dan gua baru menyadarinya pas SMP kelas 3. Jadi, ketika orang-orang ribut dapet cokelat, gua akan tersenyum dengan tenang karena gua udah dapet hujan cinta tersendiri; hujan khusus dari kakdaus :p hahahaha *oke...inigombal......


Sayangnya, Valentine ini... Oke dengan sangat sangat jujur gua bilang "Hello St. Valentino... Your day is sucks!". Rasanya Valentine kali ini berasa kayak coklat basi yang udah jamuran, dan dengan lahapnya gua makan cokelat itu walaupun rasanya abstrak. Eat that Valentine!


Semua ini berawal dari hari itu... Tanggal 14...


Gua terbangun, jam 7 pagi. Hari itu hari Selasa, tanggal 14 Februari 2012. Sebagian orang mungkin ngasih tanda lope di kalendernya, atau bikin reminder di hp-nya, tapi buat gua, it was just a normal day. Sekolah. Tapi kemudian gua inget, there was something special...


Hari itu gua masuk siang karena kelas XII try out dan gua niscaya bakal belajar Cuma 3 pelajaran dengan durasi 2 jam 15 menit di sekolah. Maka gua berleha-leha, ngerjain brosur lah sambil nyanyi-nyayi di depan komputer, mandi makan semua serba santai. Di ingatan gua masih seger gimana keadaan pagi itu, cerah. Burung-burung berkicau, burung-burung memadu kasih, kucing gua pun mengeong manja setelah digoda kucing tetangga... Semuanya serba cinta, Valentino made a great day of lovers!


Photobucket

Photobucket


-brosur Bahasa Inggris -_-----------------------


Akhirnya, jam 10 lewat gua berangkat. Gua berangkat dengan muka plus badan seger dan mood yang terbilang cukup baik. Sampe akhirnya, hari yang cerah, burung yang berkicau, dibubarin sama langit yang nangis. Tiba-tiba hujan pas gua lagi di angkot dan gua sadar gua gabawa payung. Ini semua akibat kesotoyan gua yang maha sotoy, gua memprediksi hari ini bakal cerah.


Gua mencoba untuk tenang. Tenang... Sampe di pangkalan bis tinggal turun, terus lari ke dalem bis, jadi gabakal basah-basah banget. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain dan abang angkot berpikiran lain. Dia nerlantarin gua di jalan, dimana itu masih jauh dari pangkalan bis. Dia tau di luar gerimis semi-deres, tapi dia gatau gua baru mau berangkat. Betapa hipokritnya si abang angkot.


Akhirnya dengan gerutu gua nerobos hujan dan nyebrang jalan kayak orang mabok. Sampe sebrang, gua naik angkot dan angkot itu dengan tanpa dosa ngetem, padahal waktu gapernah berhenti.


Akhirnya setelah angkot itu jalan dengan kecepatan jalan keong yang lagi males jalan, gua sampe di pangkalan bis, dan naas, gaada bis sama sekali yang cao ke Jakarta. Sama sekali bersih, gaada yang ngetem. Hujan terus aja turun dan gapeduli sama gua, sementara disana minim tempat berteduh. Akhirnya gua lari nembus hujan dan neduh di warung kecil yang saking kecilnya mau mojok dimana-mana tetep aja kena air. Tiba-tiba pas rok gua udah basah tingkat medium, ada bis dateng dan gua kembali nembus hujan itu demi meraih pintu bis itu.


Gua lari dan berlari, dan dengan histeris (di dalem hati), gua berhasil masuk. Dingin, bisnya ber-AC. Dan gua duduk di kursi sebelum pintu belakang. Baru aja napak di kursi, hujan yang tadi deres tiba-tiba menjadi sangat-sangat slow dan rintik-rintik.


Jadi maksud lo....... Lo pengen bikin gua basah atau apa? Lo pengen bikin mood gua jungkir balik atau apa?


Semua itu belom berakhir, sampe di sekolah, gua mendapati tas gua ternyata bukan cuma basah karna kena air hujan, tapi juga karena air minum gua tumpah. Berasa kesamber petir, gua ngeluarin semua isi tas gua. Kalkulator selamat, tapi LKS yang baru dan sangat rapuh itu... Semuanya keriting. Buku tulis Perancis malah jadi afro -- bukan keriting lagi saking basahnya. Akhirnya, gua ngejemur buku-buku itu di depan kelas (FYI, kelas gua di lantai 3).


Gua merasa sangat deso hari itu. Gua dateng dengan muka acak-adul penuh elegi, melas, ditambah jaket gua yang basah dan baju seragam dan rok yang semi-basah, rambut lepek, ditambah lagi buku-buku yang keriting itu... Gua ngerasa kayak anak suku primitif pedalaman sekolah di kota.


Belom stop sampe disitu, pas pelajaran Prancis gua mendapat bencana lain dengan rok gua dan ngebuat hari gua lebih rempong dari emak-emak arisan. Adalah satu masalah khusus, Cuma kalangan tertentu yang bisa kena masalah ini. Untuk cowok, tenang aja, lo gabakal ngerasain masalah ini, jadi jangan takut.


Rasanya, pas pulang, yang kesisa cuman elegi deh. Rasanya mood naik turun ditambah pinggang yang ikut meramaikan kegundahan jiwa gua. Malemnya, gua nonton Get Married 3, ngeliat Fedi Nuril sama Nirina Zubir unyu-unyuan bikin gua sirik. Emang dasar mental labil, abis ngeliat kayak gitu, gua jadi inget semua yang kejadian hari itu, dan seketika gua butuh hiburan. Dan... Saat gua butuh hiburan, hiburan itu gakunjung ngerespon special call gua.


Dan seketika, bagaikan domino, mood gua menubruk semua hal di malem itu sampe semuanya ikut jatoh.


Jadi hikmah dari hari yang orang bilang Valentine, adalah seberapapun susahnya nahan emosi dan bad mood, gaseharusnya semuanya bersifat nubruk, alias ngejatohin hal-hal lain yang semestinya masih berpeluang untuk jadi indah.


Selanjutnya, menyesal itu diperlukan kadang-kadang, karna tanpa nyesel, lo gaakan jadi -- atau seenggaknya gaakan berusaha jadi orang yang lebih baik.


Catatan, nyesel itu ada waktunya. Liat situasi dan kondisi.

Oke, no offense ya.


Alhamdulillah all problems I've done in that Valentino's day was solved, and right now it's getting better. I hope this can last long... Peaceful time like this :")


I guess February is full of... Uhm well if I can call it troublesome, then it is. Obral problem dan rasanya, kalo Februari itu adalah planet, mungkin orbitnya sedikit melenceng dari planet alias bulan-bulan yang lain. Tapi yang paling most happening, pastinya pas dikatain tai sama kenek kopaja. Kok jamban teriak tai, ya. Jadi bingung... Tapi sabaaaarrrrrrin aja.


Oke, sekian post yang panjang dan ngelantur ini. Mohon maaf jika ada yang aneh-aneh!

Selamat ber-weekend and cheer up in this Friday Night!


petals
Right?
But I guess I've found you, my great-24 man! :)

Rabu, 25 Januari 2012

Here's the First Post of January...

Hello, blog! It's a very long time since the last time we met. I wrote on you in the end of December, now January is going to be February as soon.


Photobucket

Waktu berjalan cepet. Saat lo pikir baru kemaren lo ngeledakin petasan sambil ketawa-tawa dan ngeledakin rumah orang, sekarang Januari yang berhujan ini udah nyaris say goodbye melaju ke Februari.


Gua pikir ini bener-bener baru the early 2012, masih awal. Baru kemaren rasanya gua menghabiskan harta buat beli kembang api *inihoax dan sekarang udah mau ngabisin harta lagi buat beli coklat... Waktu berterbangan, bukan lagi berjalan. I keep telling myself to enjoy it, without so much remembering that it seems like there are less then 24 hours in a day.


Ngomong-ngomong Januari ini, lumayan banyak yang begitu deh ya. Awal Januari, hampir setiap hari hujan sampe-sampe waktu tutup gerbang jadi rada-rada ngaret demi toleransi siswa-siswa yang keujanan. Saking seringnya hujan, sampe-sampe tv-tv pada ketakutan kalo siklus banjir 5 tahunan bakal kejadian di 2012. Saking seringnya hujan, sampe-sampe orang-orang yang gua kenal bilang gini, "aduh mataharinya mana ya? Masa hujan melulu..."


Dan yang paling memorable dari semua ini adalah ketika lo nyuci baju dan baju lo gakering, dan lo terpaksa harus berhemat baju sampe ga ganti-ganti beberapa hari, sampe rasanya baju itu nempel di badan lo dan jadi kulit kedua, walaupun udah apek-apek gimana gitu... Atau ketika lo pulang sekolah dan tiba-tiba mengucurlah hujan yang sangat deras sampe sepatu lo basah. Saking basahnya dan saking gaada pilihan yang lebih baik buat ngeringin sepatu, lo taro sepatu lo di belakang kulkas dan berharap kalo besok sepatu itu bakal kering.


Dan tiba-tiba hujan-hujan itu... Semua awan gelap itu... Hilang.

Tiba-tiba matahari bersinar cerah sampe orang-orang bilang, "hari ini cerah ya, tumben". Tapi ternyata bukan tumben, besoknya dan besok-besoknya matahari itu terus tersenyum dibalik jendela, sampe orang-orang bilang, "aduh panasnya ganyante ya... Kok gahujan sih?". Emang manusia mah begitu... Giliran ada disuruh pergi, giliran gaada dicariin.


Sampe ketika hari imlek. Tahun ini icon imlekan adalah naga air, dan sepengetahuan gua dan sependengaran gua, imlek itu paling afdol kalo dibarengi hujan. Rasanya bakal aneh kalo gahujan, sama kayak lebaran tanpa takbiran dan malem tahun baru tanpa petasan. Dan yang gua dapatkan pas hari imlek adalah hawa sumuk yang bercampur debu. Beberapa daerah kena hujan, tapi daerah gua ga. Kenapa ini?


What I want to believe is, mau hujan atau ga, ada Allah yang ngatur keberkahan buat tahun ini. Jadi mari kita songsong 2012 sambil berharap tahun ini bakal banyak berkah, tanpa pandang bulu apakah imlek-nya hujan atau ga. *tos


Kekecewaan gua yang selanjutnya adalah soal sekolah.


Gua ngerasa sekolah gua sangat strict. Lurus. Kaku. Ga bercela. Jujur, dengan senang hati gua menyongsong semester 2 karena di dalem otak gua udah terpeta jadwal libur.

"Try Out tanggal segini, segini, segini. Wes. Dapet libur lah dikit-dikit"


Tapi rupanya, rezim kepala sekolah yang sekarang bener-bener bikin ngelus dada.


Try Out pertama seharusnya kelas 10 dan kelas 11 ganti-gantian libur, tapi nyatanya, kelas 10 dikorbanin masuk siang. Dan niscaya, try out selanjutnya, angkatan kelas 11 lah yang bakal berleyeh-leyeh masuk siang. Gua berusaha mengingat - perasaan tahun lalu ada liburnya deh... Tapi, tahun ini kayaknya gaada. Saking gaadanya, bahkan gua sempet mikir jangan-jangan pas UN SMA nanti gua masuk siang lagi...


Yakali.


But life must go on. Exams must be held. Homework must be done. Dan mari bersabar menguliti semester 2 sekaligus menikmati masa-masa menyenangkan di kelas 11 sebelum pertengahan tahun - dimana niscaya gua akan menjadi anak kelas 12 supersibuk dan super deg-degan, yang dipersiapkan buat menggeluti UN tahun 2013.


However, time gets faster, nights get shorter, and life gets busier. The more you wish for it to slow down, the further you'll left behind.


Selamat 17 bulan ,

selamat menikmati 2012 ,

dan

selamat mendapat KTP bagi kelahiran 1995! *soraksorai


Photobucket


Photobucket

Jumat, 30 Desember 2011

2011 comes to an end.

Let me show you some tweets before I tell you some explanations:

These were Nick Santino's tweets. And I absolutely re-tweeted one of them: the first one.

I'm sorry for saying that I'd rather choose 2010 as a great year than 2011. 2011 banyak duka men. Banyak galau, banyak perasaan "Oh-if-only-I-can-turn-back-time", dan harapan "Oh-I-wish-I-can-go-back-to-2010". I know it couldn't help at all, but wishing is never be so wrong :p

But beside all tears I wasted (drama) in 2011, good times were still there. Good times - nangkep ubur-ubur, ngericuh di NAV nyanyi lagu jedag-jedug, bikin video Mr. Saxobeat di kelas, remedial kimia contek berjamaah di kelas, naik kicir-kicir sampe teriak MAMA-MAU-PULANG!, lomba jalan bak model bohay di IPS 3, dapet bag chitato yang gede dan isinya segepok chitato, dapet sertifikat Newscasting, gerak jalan Walk for Autism di Monas, menghinggapi satu busway lalu pindah ke busway lainnya, masuk IPA, bertahan di IPA, dikasih kesempatan anniv 1 tahunan dan waktu untuk bersimbiosis mutualisme dengan kakdaus, tur keliling Jawa, pergi ke pantai setelah bertahun-tahun gakepantai...

And so many.

Entah gua kena Alzheimer tingkat upil atau apa, gua gabisa terlalu baik dalam mengingat apa aja yang udah terjadi di tahun ini... Entah karena terlalu sering nulis jurnal kelas, atau terlalu sering ngerjain PR. Semuanya agak kabur-kaburan di otak gua.

If there were good times, there would be bad times too... Dimana gua terus menerus megangin kepala sambil ngacak-ngacak rambut pas ngadepin PR IPA yang maha banyak, dan terus menerus mem-push diri gua buat pindah jurusan, ditambah lagi kegalauan-kegalauan mau kuliah dimana, dan berbagai jenis galauan lain yang seharusnya bisa gua kurangin porsinya di masa mendatang. I hope.

I lost so many family members in this year, although I wasn't so close with them, but the feeling of losing was there. Deep condolences, jasmine smells, graves, kafan, and prayers... I hope they could rest in peace, protected as well in God's side.

Next year, I hope:
I'll be wiser, mightier, and better. I'll still be with my man... if I deserve that. Just hope everything's gonna be better and nice.
If I deserve that

I've wrote down anything I want. So, here's the last post of 2011.
Please, be really awesome, 2012 :)

Photobucket

Photobucket

:')